MUI Gelar Rapat Perdana, Ketum Minta Pengurus Luruskan Niat dan Jaga Keikhlasan
Oleh superadmin
11 January 2026, 21:43
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengadakan Rapat Perdana Dewan Pimpinan setelah penetapan hasil Musyawarah Nasional (Munas) XI. Pada pertemuan yang berlangsung di Gedung MUI di Jakarta itu, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar memberikan sejumlah arahan penting terkait landasan niat, keikhlasan, serta semangat pengabdian yang harus menjadi pegangan seluruh jajaran pengurus.
Dalam pembukaannya, Kiai Anwar mengajak para anggota Dewan Pimpinan untuk kembali meluruskan niat dalam menjalankan amanah Munas. Ia juga memohon kepada Allah SWT agar memberikan kesehatan, kekuatan jasmani dan rohani, serta keberkahan dalam perjuangan MUI selama lima tahun mendatang.
“Kita memulai tugas besar hasil Munas. Mudah-mudahan Allah memberikan kesehatan lahir batin, meridai langkah perjuangan kita. Lima tahun ke depan adalah kesempatan untuk berinvestasi amal saleh melalui lembaga ini. Semoga umur kita disampaikan dan dimudahkan,” ujar Kiai Anwar, Selasa (25/11/2025) melalui Zoom dalam rapat hybrid tersebut, dilansir dari MUI Digital.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus yang telah meluangkan waktu dan mengikhlaskan diri untuk bergabung dalam kepengurusan MUI, meskipun memiliki kesibukan sehari-hari. Menurutnya, keberadaan para tokoh agama dan cendekiawan di MUI adalah bentuk kesediaan tulus untuk melayani umat.
“MUI ini adalah organisasi perkhidmatan. Kita adalah khadimul ummah, pelayan umat. Sebagai khadim, kita harus banyak sabar, banyak memahami penderitaan dan kebutuhan umat. Jika ikhlas, sedetik saja amal kita diterima Allah. Khidmat kita bukan untuk selain mencari rida-Nya,” tegasnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Amien Kediri ini juga menegaskan bahwa tugas utama MUI adalah membela agama Allah dan melayani umat, sekaligus mensyukuri nikmat Allah yang telah menjadikan Indonesia bangsa yang religius dan majemuk.
Pada kesempatan tersebut, Kiai Anwar menekankan pentingnya menjaga ukhuwah dan keluasan hati di tengah keberagaman latar belakang para pengurus MUI. Ia mengingatkan bahwa MUI menaungi banyak tokoh dari berbagai ormas dan tradisi berislam yang berbeda, namun tetap dalam satu koridor Islam Wasathiyah.
“Kita ini berhimpun para ulama, cendekiawan, intelektual dengan cara ibadah dan muamalah yang berbeda. Itu tidak masalah. Kita tetap berada dalam Islam Wasathiyah. Perbedaan amaliyah adalah urusan ormas masing-masing. Di MUI, kita disatukan oleh kalimat syahadat,” jelasnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan agar tidak mudah mengkafirkan sesama Muslim atau mengklaim kelompok tertentu sebagai satu-satunya jalan menuju surga.
“Surga bukan ditentukan oleh organisasi apa. Standarnya jelas: illalladzîna âmanû wa ‘amilush shâlihât. Karena itu, jaga hati, jaga ucapan, dan jauhi pemahaman menyimpang,” tandasnya.
Artikel Lainnya
MUI Jatim Gelar Rapat Rutin Bahas Persiapan DP MUI Award dan Penguatan Program Sarjana PKU
Surabaya, MUI Jatim Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menggelar rapat rutin Dewan Pimpinan di Kantor MUI Jatim, Jalan Raya Wisma Pagesangan, S...
Baca Selengkapnya
MUI Imbau Masyarakat Tetap Kondusif Terkait Tayangan Trans7 yang Dinilai Lecehkan Ulama dan Pesantren
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar mengimbau masyarakat, terutama keluarga besar pondok pesantren, para santri, wali santri,...
Baca Selengkapnya
MUI Jatim dan Unair Kolaborasi Uji Kesesuaian Syariah Tiga Produk Enzim Riset
Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menerima audiensi dari Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati (BIOME) Universitas Airlangg...
Baca Selengkapnya
Viral Aksi Gus Elham Cium Anak Perempuan, MUI Jatim Kecam Tindakan Tak Bermoral
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menyayangkan tindakan Elham Yahya Luqman atau Gus Elham, ulama muda asal Kediri, yang viral di media sosial k...
Baca Selengkapnya