Kebaikan Tidak Pernah Hilang
Oleh superadmin
11 January 2026, 21:35
Rasulullah bersabda: “Allah senantiasa menolong hamba Nya selagi hamba itu bersedia menolong saudaranya”. (HR. Muslim)
Seorang pemuda terkejut menyadari dompetnya tidak ada. Kondektur bus sudah mulai menarik karcis para penumpang. Pemuda itu gelisah. Apakah dia kecopetan ataukah dompet itu tertinggal di rumah.
Dia telepon adiknya di rumah. Kata adiknyua dompet itu benar tertinggal. Tergeletak di meja tamu. Pemuda itu berfikir, dia akan menuyerahkan arloji kepada kondektur sebagai ganti uang. Nanti akan dia tebus lagi arloji itu. Sedang dia berfikir itu, seorang bapak, yang mendengar percakapannya di telepon dengan adiknya, tiba-tiba telah membayari karcisnya.
Dia terkejut. Tentu bercampur gembira. Namun belum sempat dia mengucapkan terima kasih kepada bapak penolong itu, bus berhenti dan bapak itu turun. Pemuda itu terdiam dan termangu. Lewat jendela dia melihat bapak itu berjalan tanpa menoleh. Dia tidak tahu nama bapak itu bahkan wajahnya saja belum jelas benar baginya.
“Terima kasih, Tuhan” gumamnya. Dia mengingat-ingat begaimana dompetnya bisa tertinggal. Dia lalu teringat tadi siang dia melihat nenek tua menjajakan makanan rengginang, jajanan tradisional. Dia gendong makanan itu di punggunya yang sudah bongkok. Nampak masih banyak. Mungkin belum laku atau sedikit laku. Nenek itu berteduh di pohon dekat rumahnya. Peluh keringat membasahi wajahnya.
Pemuda itu ternyuh melihat keringat mengalir di pipi nenek yang keriput. Tanpa pikir panjang dia borong rengginang itu. Seluruhnya. Lalu dia bagi-bagikan kepad anak-anak yang sedang bermain di sana. Nenek itu senang. Anak-anak senang. Dia sendiri juga tertular senang. Lalu ketika dia berangkat, dia lupa pada dompet yang dia letakkan di meja tamu setelah membeli rengginang itu.
Boleh jadi Tuhan menolong pemuda itu karena dia telah menolong nenek penjual rengginang. Kebaikan tidak pernah hilang. Kebaikan tidak pernah sia-sia.
***
Kisah ini sangat popular. Ditulis banyak wibside. Seorang wanita lanjut usia berdiri gelisah di samping mobilnya di jalan yang sepi. Malam mulai turun. Seorang pria melihat wanita itu meskipun sudah agak gelap. Sepertinya membutuhkan pertolongan. Maka pria itu menghentikan mobilnya. Lalu keluar menghampiri wanita itu.
Pria itu tersenyum. Tetapi senyum itu tidak menghilangkan rasa takut wanita itu. Sudah lebih satu jam wanita itu berdiri dengan gelisah. Dia bertanya dalam hati apakah pria ini akan berbuat jahat kepadanya? Kelihatan pria itu kurang baik. Nampak miskin. Mungkin juga lapar.
Pria itu dapat melihat wajah wanita sedang ketakutan. Pria itu tahu bahwa dalam ketakutan maka udara yang dingin akan terasa samakin dingin. “Saya bermaksud menolong Anda nyonya”, kata pria itu. “Masuklah ke dalam mobil supaya Anda terasa hangat. Nama saya Bryan Anderson”.
Sebenarnya mobil itu hanya mengalami ban kempes. Namun bagi wanita lanjut usia, kejadian itu sangat buruk. Bryan segera merangkak ke bagian bawah mobil. Memasang dongkrak. Selama mendongkrak beberapa kali jari-jari Bryan bergesekan dengan tanah. Dalam waktu singkat dia sudah berhasil mengganti ban itu. Namun tubuhnya menjadi kotor dan jarinya terluka. Selagi Bryan mengencangkan baut roda, wanita itu menurunkan kaca mobil lalu ngobrol bahwa dia sangat berhutang budi atas pertolongan Bryan. Pria itu hanya tersenyum.
Ketika pekerjaan itu selesai sang nyonya menanyakan berapa yang harus dibayarnya sebagai ungkapan rasa terima kasih. Berapapun jumlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya itu. Dia tadi sudah membayangkan berbagai kemungkinan buruk seandainya tidak datang pria yang menolongnya.
Bryan sendiri tidak pernah berfikir untuk mendapat upah atas kebaikan yang dia lakukan. Dia sudah sering melakukan hal yang sama, memberi pertolongan kepada orang lain yang mengalami kesulitan. Dia yakin Tuhan Maha Tahu. Dia sendiri juga memperoleh pertolongan dari orang lain ketika dia dalam kesulitan.
Pria itu mengatakan kepada sang nyonya, jika saandainya ingin membalas kebaikannya, maka pada hari lain ketika sang nyonya melihat orang lain kesulitan, maka dia bisa memberi bantuan kepada orang yang kesulitan itu. “Dan saat itu ingatlah kepada saya” kata Bryan tersenyum. Wanita itu tertegun. Dia tidak menyangka laki-laki yang semula dikira seperti penjahat ternyata hatinya begitu bening dan tulus. Sepeserpun pria itu tak mau terima uang.
Bryan berdiri menunggu sampai wanita itu menghidupkan mesin mobilnya dan berlalu. Dalam malam yang dingin itu hati Bryan justru merasa hangat dan nyaman. Dia bisa membantu mengatasi kesulitan orang lain. Dia lalu pulang menembus kegelapan malam dengan hati riang.
Beberapa kilometer dari tempat itu, sang nyonya melihat kafe kecil. Dia turun dari mobilnya, mampir ke kafe itu sekedar membeli makanan kecil dan minuman menghangatkan tubuhnya. Restoran itu nampak sangat sederhana.
Seorang pelayan mendatangi wanita itu. Membawakan handuk bersih untuk mengelap rambut wanita yang basah. Pelayan itu tersenyum manis. Namun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang hari. Sang nyonya melihat bahwa wanita itu sedang hamil tua, sekitar delapan bulan atau lebih. Tetapi keadaan itu tidak memengaruhi pemberian pelayanan kepada pelanggan. Sang nyonya heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat memberikan layanan sangat baik kepada orang asing seperti dirinya. Tiba-tiba sang nyonya ingat Bryan, laki-laki yang tadi menolongnya. Laki-laki yang bersih hatinya.
Setelah selesai makan dan minum sang nyonya membayar dengan uang $ 100. “Maaf Nyonya, tunggu sebentar akan saya ambil uang pengembalian” kata palayan itu dengan cepat pergi untuk mengambil uang pengembalian. Ketika pelayan itu kembali ke mejanya, sayang sekali sang nyonya sudah tidak ada. Pelayan itu bingung, kemana perginya wanita itu. Bagaimana cara menyampaikan pengembalin uangnya. Mengapa wanita itu telah pergi sebelum uang kembalian diberikan? Kemudian dia melihat tulisan pada lap di meja.
“Engkau tidak berutang apa-apa padaku. Saya juga pernah ditolong orang. Seseorang yang menolong saya berbuat hal yang sama seperti yang saya lakukan. Jika engkau ingin membalas kebaikan saya jangan biarkan rantai kasih sayang ini berhenti padamu. Lakukanlah kebaikan kepada orang lain. Di bawah lap terdapat empat lembar uang kertas $ 100 lagi. Itu menjadi milikmu”. Palayan itu membaca tulisan dengan butiran air mata yang tidak terbendung. Ia berdiri gemetar
Masih banyak pekerjaan di kafe itu yang harus dibereskan. Meja-meja harus dibersihkan, Toples gula harus diisi dan sebagainya. Tetapi pelayan itu memutuskan dikerjakaan besok saja. Dia ingin segera puang ke rumah. Malam itu ketika dia sampai di rumah dia teringat pada uang dan apa yang ditulis wanita tadi.
Dia heran, bagaimana wanita yang baik hati itu tahu bahwa dirinya membutuhkan uang sejumlah yang ditinggalkan sang nyonya itu. Tidak mudah baginya dalam satu bulan mengumpulkan uang sejumlah $ 500 untuk biaya persalinannya.
Ketika wanita itu naik ke ranjang, suaminya telah tidur. Dia tahu suaminya mencemaskan biaya kelahiran anaknya. Pelayan itu mencium lembut suaminya dengan berbisik: “Segalanya akan beres sayang. Aku mengasihimu Bryan Anderson. Seseorang telah mengulurkan tangan ajaibnya untuk bayi kita”.
Sang nyonya kaya tadi tidak pernah tahu bahwa pelayan hamil yang dia bantu itu adalah istri Bryan Anderson, laki-laki yang telah menolongnya. Tuhan memang Maha Baikhati.
Rasulullah bersabda: “Allah senantiasa menolong hamba Nya selagi hamba itu bersedia menolong saudaranya”. (HR. Muslim)
Artikel Lainnya
MUI Jatim Gelar Rapat Rutin Bahas Persiapan DP MUI Award dan Penguatan Program Sarjana PKU
Surabaya, MUI Jatim Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menggelar rapat rutin Dewan Pimpinan di Kantor MUI Jatim, Jalan Raya Wisma Pagesangan, S...
Baca Selengkapnya
MUI Imbau Masyarakat Tetap Kondusif Terkait Tayangan Trans7 yang Dinilai Lecehkan Ulama dan Pesantren
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar mengimbau masyarakat, terutama keluarga besar pondok pesantren, para santri, wali santri,...
Baca Selengkapnya
MUI Jatim dan Unair Kolaborasi Uji Kesesuaian Syariah Tiga Produk Enzim Riset
Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menerima audiensi dari Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati (BIOME) Universitas Airlangg...
Baca Selengkapnya
Viral Aksi Gus Elham Cium Anak Perempuan, MUI Jatim Kecam Tindakan Tak Bermoral
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menyayangkan tindakan Elham Yahya Luqman atau Gus Elham, ulama muda asal Kediri, yang viral di media sosial k...
Baca Selengkapnya